Fajar Kurniawan, parttimer hingga Direktur Bidang Humas Kepengurusan Staff Koperasi “Kopma UGM”

 

 

 

Fajar Kurniawan
Direktur Bidang Humas
Koperasi “Kopma UGM”

Sebagai salah satu bagian dari komunitas Gerakan Cinta Koperasi, divisi media opini selalu berupaya untuk terus berevolusi, menghadirkan info info ter-update seputar koperasi  baik dalam lingkup Universitas maupun lingkup Nasional yaitu Koperasi secara umum. Karena itu, pada hari kamis tanggal 19 Juli 2012 Bayu, Cintiya, Yenni, Oji dari Media Opini (MO) berupaya untuk mewawancarai salah satu tokoh yang ada di Koperasi Kopma UGM. Harapannya  media opini akan selalu berupaya untuk menunjukkan eksistensi dirinya, berkontribusi dengan berita beritanya serta sesuai dengan jargon gerakan cinta koperasi “GCK memberi Bukti bukan Janji”

Secara keseluruhan berikut bincang bincang kami dengan tokoh terpilih, seseorang yang berkompeten dalam bidang Hubungan  Masyarakat, Fajar Kurniawan.

Apakah alasan utama bergabung dalam Koperasi “Kopma UGM” ?

                Alasan utama bergabung dalam Koperasi “Kopma UGM” awalnya hanya untuk mendapatkan tambahan uang saku dengan mengikuti partimer. Hingga akhirnya timbul kemauan  dan merasa tertantang untuk mencoba hal hal baru dengan menjadi seorang asbid.

Bagaimana proses perjalanan di Koperasi “Kopma UGM” ?

Perjalanan di Koperasi “Kopma UGM” diawali ketika menjadi peserta Diksar 86. Mahasiswa Fakultas Fisipol Universitas Gadjah Mada  ini menuturkan bahwa perjalanannya di Koperasi Kopma “UGM”  ini tak semudah yang dibayangkan dibuktikan saat mendaftar pandiksar dan mendaftar salah satu gugus yaitu Speaking Club tidak ada yang diterima. Namun dibalik itu semua satu hal yang menjadi keyakinan pemuda asal Sleman ini adalah  “kapasitas saya bukan di hal – hal tersebut tetapi lebih dari itu”  hingga akhirnya dia menemukan jalannya menjadi seorang Asbid  P& K (Humas red) yang kini di akhir masa perkuliahannya dia menjabat sebagai Direktur Humas  di Koperasi “Kopma UGM”.

Suka duka apa yang dirasakan selama berada di Koperasi “Kopma UGM” ?

Suka duka menjadi bagian dari koperasi kopma ugm sangat banyak selain mendapatkan intensif  juga dapat memperoleh jaringan, ilmu bernegosiasi bahkan dia menemukan perspektif lain politik di koperasi. Pada awalnya sempat ada keraguan muncul karena Kopma bukanlah organisasi yang pertama diikuti. Sebelum masuk Kopma mahasiswa ini telah menjadi bagian dari BEM-KM UGM, JMF, FLP, dll. Hingga akhirnya mahasiswa ini lebih tertantang di koperasi Kopma UGM.

Permasalahan apa saja  yang ada di Koperasi “Kopma UGM” ?

Masalah yang terbesar yang ada di koperasi Kopma UGM adalah partisipasi angggota. Pada tahun 2010 partisipasi anggota sebesar  10 % dan terus menurun hingga tahun 2012 ini. Menurutnya salah satu indikator yang menyebabkan penurunan ini adalah karena pemahaman koperasi yang semakin menurun hal itu ditunjukkan dengan minimnya anggota yang kritis pada saat Laptri maupun RAT. Selain itu dalam bisnis yang ada investasi yang dilakukan belum mampu menambah omset penghasilan.

Harapan untuk Koperasi “Kopma UGM” ?

Semoga Partisipasi anggota bisa lebih meningkat dan anggota lebih bisa memahami dan mengerti tentang Koperasi. Sehingga kader kader Koperasi yang unggul dan berwawasan luas bisa terbentuk dan dapat membawa nama baik Koperasi “Kopma UGM”. Selain itu harapannya Koperasi bisa kembali ke jalan yang benar, dalam artian koperasi dapat sebagai semangat baru untuk memberikan kontribusi besar di perekonomian dunia (Koperasi = Sistem Perekonomian)

Solusi seperti apakah yang tepat untuk menyelesaikan masalah diatas?

Solusi yang pertama adalah dengan membentuk Gerakan Cinta Koperasi (GCK) untuk meningkatkan kapasitas anggota tentang koperasi. Kedua, membentuk pendidikan koperasi yang lebih mudah diterima oleh anggota.

(Oji, MO)