Kikis Pengembangan Koperasi “Setengah Hati”

 

 

 

GambarGambarGambar

Pada 9 desember 2009 di new york, PBB menetapkan tahun 2012 sebagai IYC “International Year Coorporative (Tahun Koperasi Internasional). Jadi sepanjang tahun tersebut isi pokok bahasan adalah koperasi. Mengapa ? karena koperasi telah menyelamatkan muka PBB dari keterpurukan.

Koperasi telah membangun dunia yang lebih baik. Koperasi hadir dan diterima di dunia sebagai pengoreksi dari sistem kapitalisme. Contoh, kasus mesuji terjadi akibat adanya korporasi kapitalis. Sebaliknya koperasi lahir untuk memikirkan masyarakat setempat.

Koperasi mengurangi populasi kemiskinan. Kemiskinan tidak akan selesai dengan hanya diberi pekerjaan, tetapi dengan mengkreasi pekerjaan dan kekayaan sedangkan itu ada dalam sistem koperasi, dimana kepemilikan perusahaan ada di anggota. Selain itu di dalam koperasi juga mengajarkan kepercayaan yang bertujuan mewujudkan kerjasama, sedangkan PT mengajarkan konflik.

Tahukah anda ? bahwa 40 % karyawan di Amerika adalah pemilik perusahaan itu sendiri, artinya koperasi menjadi tumpuan perekonomian di Amerika. Sementara di Indonesia, Amerika dianggap sebagai kapitalis. Apabila ditelaah lebih lanjut sebenarnya Amerika adalah bangsa sosialis hanya saja pengembangan perekonominya dengan cara imperalis ke negara lain.

Di lain pihak 36 dari 100 koperasi terbesar di dunia adalah Koperasi Kredit (Credit Union), koperasi yang dianggap “ndeso” oleh masyarakat ternyata mempunyai peran besar di kancah dunia. Jadi alangkah lebih baiknya jika kopma dapat belajar kepada koperasi kredit meliputi manajemen, pendidikan, kepengurusan, sistem, dll.

Dewasa ini pemerintah Indonesia  gemar menambah koperasi yang itu menjadi sebuah kesalahan. Saat ini jumlah koperasi di Indonesia mencapai lebih dari 180.000 dengan 32 juta anggota individual. Dari sekian banyak koperasi di Indonesia anehnya tidak ada satupun dari kopersi di Indonesia yang masuk dalam jajaran 300 koperasi terbaik di dunia. padahal di negara yang koperasinya maju, jumlah koperasinya tidak lebih dari 5000 tetapi memiliki manfaat yang luar biasa terhadap bangsanya.

Bagaimana cara menjadi koperasi dengan prestatif world class ? yaitu harus tunduk patuh pada nilai-nilai koperasi yang berkenaan dengan nilai prinsipnya. Ingatlah bahwa Koperasi berbeda dengan korporasi yang hanya mengejar profit. Jadi keluarkan semua keunggulan koperasi yang ada pada jati dirinya, kikis pengembangan koperasi “setengah hati”.    

(Resume Dikmenkop HKMY/ UMY/ 23 desember 2011)

Pembicara : Suroto