Mengenal Esensi Gerakan Koperasi

Mengenal Esensi Gerakan Koperasi

Selasa, 9 Oktober 2012, GCK mengadakan diskusi tentang “Esensi Gerakan Koperasi” dengan pembicara Adri Syahrizal ketua Jaringan Usah Koperasi dan moderator  Sauman. Diskusi ini dilaksanakan di ruang sidang 3 Gelanggang Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Diskusi dimulai pukul 15.30 sampai pukul 17.30. Pada diskusi ini,  Adri Syahrizal selaku pembicara menyampaikan tentang bagaimana perkembangan koperasi baik di Indonesia maupun perkembangan koperasi di dunia. Selain itu, beliau menyampaikan masalah-masalah yang ada pada perkoperasian Indonesia.

Menurut Adri Syahrizal, perkembangan koperasi di Indonesia sangat berbeda dengan perkembangan koperasi di dunia. Di Indonesia memang sudah banyak badan usaha yang berbentuk koperasi tetapi koperasi yang ada banyak yang mengalami penyimpangan. Peran utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota tetapi pada kenyataannya banyak koperasi yang dalam pelaksanaannya mengalami disorientasi , bukan lagi kesejahteraan anggota yang menjadi tujuan tetapi untuk mencari keuntungan. Selain itu, koperasi-koperasi yang ada di Indonesia belum bisa menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan bersama, mereka masih berdiri sendiri dengan kepentingan masing-masing. Oleh sebab itu, koperasi-koperasi yang ada di Indonesia tidak ada yang masuk dalam daftar koperasi terbaik di dunia. Berbeda dengan perkembangan koperasi di dunia, disana koperasi mempunyai peranan yang penting. Bahkan, koperasi dapat menyumbang 45% PDB. Selain itu, koperasi terstruktur dengan baik sehingga anggota dapat merasakan keberadaan koperasi.

Salah satu koperasi yang berkembang dengan baik adalah koperasi susu di India. Peranan koperasi sangat membantu para peternak sapi dalam pemasaran susu mereka. Hal ini karena kordinasi yang kuat dan jelas antar tingkat organisasi koperasi seperti tingkat federasi menangani pemasaran pada tingkat nasional dan internasional dan mengkordinasi para pengecer dan pedagang, tingkat distrik/union (sekunder) terlibat dengan prosessing/pengelolaan produk, menyediakan makanan ternak, menyediakan dokter hewan dan menyelenggarakan pendidikan/pelatihan, sedangkan organisasi primer mengumpulkan/membeli susu dari petani/peternak untuk disetorkan/dijual kepada koperasi distrik/union dengan harga layak.

(Cintiya, MO GCK)