Kuantitas dan Kualitas Kader Koperasi

Hasil Diskusi Gerakan Cinta Koperasi

Hari, tanggal       : Kamis, 14 Maret 2013

Waktu                 : 15.00 WIB

Tempat               : Ruang Anggota Koperasi “Kopma UGM”

Pembicara          : Agus Budiono

Materi                 : Kuantitas dan Kualitas Kader Koperasi

Ringkasan            :

  • Amerika dapat menguasai 98% kebijakannya karena tidak ada kebijakan di Amerika yang tidak sungkan. Mereka dapat menguasai politik dan ekonomi. Apabila ingin menjadi orang yang terkenal maka harus memiliki modal dan pendirian.
  • Sumbangan Indonesia terhadap PBB 0,4% itupun masih perkiraan. Padahal, penduduk di Indonesia terdapat 35.000 juta orang. Di Indonesia, yang menguasi politik pemerintahan adalah hukum demokrat.
  • Apabila emas dari 23 orang dikumpulkan maka akan terkumpul menjadi 500,5 triliun. Apabila dibagi dengan penduduk Indonesia yang berjumlah 35 juta orang maka setiap orang akan mendapatkan 2 juta. Namun, kenyataannya emas sebanyak itu hanya dikuasi oleh 23 orang kaya yang ada di penjuru dunia.
  • Pada krisis 1998 banyak orang kaya yang jatuh miskin karena terjadi penurunan nilai rupiah.
  • Petamigas dan Freeport menghasilkan 15,4 triliun sedangkan pemerintah hanya mendapatkan 5 triliun, sisanya milik asing.
  • Perbedaan Indonesia dengan negara lain adalah terletak dalam perlakuan media. Apabila di negara lain mereka membahas berita-berita yang penting seperti pemenang pertandingan bulu tangkis atau yang sejenisnya sedangkan di Indonesia hanya melayani berita-berita yang sama dan terus diulang-ulang.
  • Diperlukan gerakan yang memberikan kontribusi kepada koperasi apabila koperasi memang diperlukan sebagai media perjuangan.
  • Informasi merupakan hal penting untuk menghadapi ekonomi global.
  • Di Indonesia mengkonsumsi 1500 ton bawang merah artinya satu hektar menghasilkan 15.000 kuintal. Sedangkan, petani bawang hanya berkontribusi 30% karena kita tidak punya produksi pasca panen.
  • Jepang memiliki punya Xenox yang memiliki penghasilan 63,4 juta Dolar dan memiliki kontribisi yang sangat besar di Jepang dan anggota Xenox sebagian besar adalah petani. Selain itu Xenox dapat menguasai politik di Jepang. Jika Indonesia punya Xenox maka konsumsi bawang di Indonesia dapat dipenuhi.
  • Sekarang 95% kebutuhan bawang merah dan putih merupakan hasil impor dari China dan Taiwan padahal bawang dalam negeri lebih disukai.
  • Minat menjadi enterprener sangat kecil dan sebagian besar ingin menjadi karyawa, PNS, dan lain-lain. Padahal gaji pengusaha lebih besar dari karyawan atau PNS.
  • Konsumsi Indonesia akan produk dari Jepang sangat tinggi. Contohnya mobil impor dari Jepang dapat ditemui diberbagai tempat.
  • Jika ingin memperjuangkan kepentingan bukan berdemo karena sudah sangat kuno. Namun dengan cara berorganisasi. Berakhirnya masa Reformasi bukan karena demonya namun karena organisasinya.
  • Jika sebuah proyek dikerjakan sendiri maka akan membutuhkan banyak biaya untuk menyelesaikan proyek tersebut sedangkan jika proyek tersebut dikerjakan bersama-sama maka biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit. Dari contoh ini dapat disimpulkan bahwa mendirikan Koperasi sangat mudah.
  • Koperasi merupakan suatu yang sudah menjadi keseharian masyarakat Indonesia dan sekarang hanya didirikan sebagai badan hukum saja.
  • Koperasi terbaik di Indonesia hanya menghasilkan aset 5 triliun saja. Ini adalah jumlah yang sangat kecil sekali.
  • Banyak orang menyalahartikan pepatah Jawa “nrimo ing pandum” sehingga menyesatkan bagi mereka yang tidak dapat mengambil arti yang sebenarnya dari pepatah Jawa kuno ini.
  • Orang yang mau mendirikan koperasi adalah orang-orang yang ada dalam zona yang tidak aman dapat diibaratkan bagai orang-orang yang sanggup berdiri dalam kobaran api.

Semoga hasil diskusi ini dapat memberikan pemahaman tentang kualitas dan kuantitas kader koperasi.