GCK Kopma UGM

MEKANISME PENGELOLAAN GERAKAN CINTA KOPERASI

lATAR BELAKANG

Pada tahun 2011 terjadi kevakuman gugus kajian, sebuah gugus yang fokus pada gerakan perkoperasian, baik di internal maupun eksternal Koperasi “KOPMA UGM”. Dampaknya, menurunnya kader KOPMA yang memahami mengenai gerakan koperasi, baik secara kualitas maupun kuantitas. Penurunan kualitas kader dapat terlihat dari menurunnya tingkat partisipasi anggota, baik sebagai pemilik, pelanggan, dan partisipan aktif.

Sebagai pemilik partisipasi anggota dalam laporan triwulan sangat kecil, rata-rata dalam setiap lapti hanya dihadiri oleh 20 orang anggota. Bahkan, pada triwulan 2 tahun 2011 laptri P&K dan administrasi tidak dilaksanakan karena jumlah anggota yang hadir sangat minim. Dari sisi pelanggan, tingkat partisipasi anggota dalam bisnis masih kurang dari 10%. Sedangkan sebagai partisipan aktif, partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi, seperti diskusi dan kegiatan konsolidasi masih minim.

Disisi lain, regenerasi kader KOPMA UGM dalam wadah gerakan koperasi di Indonesia, seperti HKMY dan FKKMI masih belum berjalan. Delegator Koperasi “KOPMA UGM” masih di warnai oleh wajah-wajah lama. Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri dari bidang humas Koperasi ‘KOPMA UGM” selaku mengampu fungsi gerakan.

Berkaca dari fakta-fakta diatas, bidang humas merasa perlu membentuk sebuah wadah untuk membina dan mendidik kader-kader Koperasi “KOPMA UGM” menjadi kader koperasi yang memahami gerakan koperasi secara mendalam. Mengingat, dalam organisasi koperasi, gerakan koperasi menjadi ruh perjuangan yang harus dipahami oleh seluruh kader koperasi.

TUJUAN

  • Wadah pendidikan dan pembinaan gerakan koperasi bagi kader Koperasi “KOPMA  UGM”.
  • Membantu bidang humas untuk melakukan pendidikan perkoperasian bagi anggota Koperasi “KOPMA UGM”.
  • Sebagai kader Koperasi “KOPMA UGM” dalam gerakan perkoperasian.

VISI

Menjadi wadah pendidikan dan pembinaan perkoperasian yang mampu melahirkan  Kader Koperasi “ KOPMA UGM” yang profesional, tangguh, dan berwawasan luas.

MISI

  • Meningkatkan peran anggota sebagai pemilik, pelanggan, dan partisipan aktif.
  • Melahirkan kader koperasi yang mampu meneruskan estafet kepemimpinan dalam wadah gerakan koperasi di Indonesia.
  • Melahirkan kader koperasi yang memahami gerakan perkoperasian di Indonesia maupun di kanca Internasional.

STRUKTUR ORGANISASI

Ketua: anggota gerakan cinta koperasi yang diberi amanah untuk mengelola dan memimpin Gerakan Cinta Koperasi.

Kepala divisi :anggota gerakan cinta koperasi   yang memimpin dan mengelola sebuah  divisi dalam  Gerakan Cinta Koperasi.

Staf: anggota gerakan cinta koperasi yang membantu kinerja kepala divisi

JOB DESC PENGELOLA

Ketua

  • Melakukan koordinasi dengan bidang humas terkait program pendidikan dan pembinaan perkoperasian yang perlu dilakukan GCK.
  • Melakukan koordinasi dengan bidang humas terkait kegiatan yang akan dilakukan GCK
  • Melakukan koordinasi dengan kepala divisi GCK untuk mengkomunikasikan program pendidikan dan pembinaan perkoperasian yang perlu dilakukan GCK
  • Bertanggung jawab melakukan rapat koordinasi antara pengelola GCK, anggota GCK, dan bidang humas setiap satu bulan sekali.
  • Bertanggung jawab melakukan rapat koordinasi rutin pengelola GCK.
  • Bertanggungjawab melakukan kaderisasi dan penguatan kapasitas terhadap pengelola dan anggota GCK.
  • Setiap triwulan melakukan penilaian kinerja divisi GCK kemudian melaporkannya kedapa bidang humas.

Kajian strategis

  • Melakukan koordinasi dengan ketua GCK terkait kegiatan yang akan dilakukan divisi
  • Melakukan rapat koordinasi internal divisi
  • Bertanggung jawab memobilisasi staf divisinya untuk mengikuti kegiatan GCK pada khususnya dan kegiatan Koperasi “KOPMA UGM” pada umumnya.
  • Setiap bulan melakukan diskusi mengenai isu perkoperasian ataupun isu-isu kontemporer yang bersinggungan dengan gerakan koperasi.

Media opini

  • Melakukan koordinasi dengan ketua GCK terkait kegiatan yang akan dilakukan divisi
  • Melakukan rapat koordinasi internal divisi
  • Bertanggung jawab memobilisasi staf divisinya untuk mengikuti kegiatan GCK pada khususnya dan kegiatan Koperasi “KOPMA UGM” pada umumnya.
  • Melakukan pendidikan perkoperasian kepada anggota Koperasi “KOPMA UGM” melalui media on line (Facebook dan twitter).
  • Melakukan publikasi hasil diskusi dalam bentuk tulisan.
  • Melakukan publikasi kegiatan GCK maupun kegiatan Koperasi “KOPMA UGM” kepada anggota maupun masyarakat umum.
  • Minimal setiap satu bulan sekali mengirimkan tulisan ke media parner Koperasi “KOPMA UGM”.

Aksi Gerakan

  • Melakukan koordinasi dengan ketua GCK terkait kegiatan yang akan dilakukan divisi
  • Melakukan rapat koordinasi internal divisi
  • Bertanggung jawab memobilisasi staf divisinya untuk mengikuti kegiatan GCK pada khususnya dan kegiatan Koperasi “KOPMA UGM” pada umumnya
  • Melakukan pendidikan perkoperasian secara langsung kepada anggota Koperasi “KOPMA UGM” menggunakan instrumen pendidikan.
  • Membentuk isu dan opini konstruktif tentang gerakan internal Koperasi “KOPMA UGM”.
  • Membantu humas untuk mengkomunikasikan kegiatan Koperasi “KOPMA UGM” kepada anggota.

KEANGGOTAAN

– Syarat keanggotaan

  • Anggota GCK adalah anggota biasa/anggota luar biasa Koperasi  “KOPMA UGM” yang telah mengikuti pendidikan dasar.
  • Anggota mendaftarkan diri dengan mengisi formulir pendaftaran dan mengikuti wawancara.

HAK ANGGOTA

  • Mendapatkan pendidikan perkoperasian secara rutin
  • Bagi pengelola GCK setiap berhak mendapatkan voucher senilai 10.000 rupiah/pengelola yang diambil dari voucher direktur dan staf  humas.
  • Mendapatkan kesempatan untuk menjadi delegator Koperasi “KOPMA UGM”

KEWAJIBAN ANGGGOTA

  • Hadir dan berperan aktif dalam setiap kegiatan GCK maupun kegiatan Koperasi “KOPMA UGM”
  • Menjalankan amanah sesuai job desk masing-masing divisi.

PENDANAAN GCK

  • Dana  Mandiri: Dana mandiri adalah anggaran kegiatan GCK yang berasal dari iuran anggota GCK.
  • Dana  kopma: dana kopma adalah anggaran kegiatan GCK yang berasal dari Koperasi “KOPMA UGM”. Dana Kopma terbagi dalam dua jenis

1.)    dana kopma untuk kegiatan GCK

Dana ini merupakan dana yang diajukan pengelola GCK kepada Pengurus, dirumuskan dalam RAPBK dan telah disepakati dalam rapat anggota.

2.)    dana kopma untuk kegiatan humas yang dikerjasamakan dengan  GCK

Merupakan dana yang berasal dari Kopma yang telah tencantum dalam APBK humas pada tahun.

PENUTUP

Demikianlah aturan pengelolaan Gerakan Cinta Koperasi dibuat, jika masih terdapat hal-hal yang belum diatur dalam aturan  ini, maka aturan ini dapat direvisi sesuai mekanisme yang berlaku.